Pendidikan Qur’ani merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi Rabbani yang kokoh iman, luas ilmu, dan mulia akhlaknya. Al-Qur’an bukan hanya kitab bacaan, tetapi pedoman hidup yang harus ditanamkan sejak dini melalui proses pendidikan yang terarah. Landasan Qur’ani menegaskan bahwa tujuan pendidikan bukan sekadar kecerdasan intelektual, melainkan juga penyucian jiwa dan penumbuhan ketakwaan.
Strategi mencetak generasi Rabbani menuntut keterlibatan tiga pilar utama: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Keluarga menjadi madrasah pertama yang menanamkan nilai Qur’ani, sekolah berperan sebagai penguat ilmu dan akhlak, sementara masyarakat membangun lingkungan yang mendukung terbentuknya pribadi Qur’ani. Integrasi ketiganya melahirkan sistem pendidikan yang seimbang antara iman, ilmu, dan amal.Tantangan di era modern memang tidak ringan, mulai dari arus globalisasi, dominasi teknologi digital, hingga ketimpangan sistem pendidikan yang lebih menekankan akademik dibanding spiritualitas. Namun, semua ini dapat dihadapi dengan kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat pendidikan, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun kolaborasi seluruh elemen umat. Dengan langkah itu, generasi Rabbani akan lahir sebagai pribadi yang siap memimpin peradaban, membawa cahaya Al-Qur’an ke tengah dunia yang haus akan nilai kebenaran.



Ulasan
Belum ada ulasan.