Buku ini hadir sebagai upaya untuk menggali, memahami, dan menegaskan peran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdiyah sebagai tradisi keilmuan dan spiritual yang tidak hanya membentuk umat Islam di Indonesia, tetapi juga memiliki relevansi yang luas bagi peradaban dunia kontemporer.
Aswaja An-Nahdiyah telah meneguhkan diri sebagai paradigma yang moderat, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin. Nilai-nilai epistemologi, metodologi berpikir, serta prinsip-prinsip moderasi yang menjadi ciri khas Aswaja telah menjadi landasan bagi pembentukan karakter, moral, dan intelektualitas umat Islam. Buku ini berupaya menampilkan bagaimana Aswaja tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga menjadi fondasi bagi pembangunan peradaban yang adil, manusiawi, dan bermartabat.
Buku ini disusun dengan memperhatikan dinamika sosial, budaya, dan global yang dihadapi umat Islam kontemporer. Penulis mencoba menghadirkan pembahasan yang komprehensif, mulai dari landasan epistemologi dan metodologi Aswaja, peran pesantren dalam pembentukan generasi moderat, hingga kontribusi Aswaja dalam menghadapi tantangan modernitas, globalisasi, radikalisme, dan polarisasi sosial. Dengan demikian, pembaca diajak untuk melihat Aswaja An-Nahdiyah tidak hanya sebagai warisan tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai paradigma peradaban yang mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan umat dan masyarakat global.


