Buku Manusia, Alam dan Lingkungan hadir dari sebuah kesadaran sederhana bahwa manusia tidak hidup di luar alam, melainkan menjadi bagian dari alam itu sendiri. Apa yang terjadi pada alam pada akhirnya akan memberikan pengaruh terhadap kehidupan manusia. Ketika hutan mengalami kerusakan, sumber air dan keanekaragaman hayati ikut terancam. Ketika sungai dan laut tercemar, kehidupan manusia juga menghadapi dampaknya. Ketika keseimbangan lingkungan terganggu, berbagai persoalan seperti banjir, kekeringan, perubahan iklim, dan bencana ekologis lainnya dapat semakin dirasakan.
Dalam kehidupan modern, alam sering kali dipandang terutama sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah karena manusia memang membutuhkan sumber daya alam untuk bertahan hidup dan membangun kehidupan. Persoalannya muncul ketika pemanfaatan berubah menjadi eksploitasi yang tidak terkendali. Keinginan untuk memperoleh keuntungan dan memenuhi kebutuhan yang terus meningkat terkadang membuat manusia melupakan batas kemampuan alam untuk memulihkan dirinya.
Melalui buku ini, pembaca diajak untuk melihat kembali hubungan manusia dengan alam secara lebih luas. Alam tidak hanya dipahami sebagai hutan, gunung, sungai, laut, tanah, atau pepohonan, tetapi sebagai sebuah kesatuan kehidupan yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Manusia, hewan, tumbuhan, air, tanah, udara, dan berbagai unsur lingkungan membentuk suatu sistem yang saling memengaruhi.


