Alam kita ini dalam kondisi yang tidak baik. Problematika ekologis saat ini tidak hanya berkaitan dengan kerusakan alam secara material, tetapi juga mencerminkan krisis paradigma manusia dalam memandang lingkungan. Arus modernitas yang cenderung materialistik serta praktik eksploitasi alam yang berlebihan telah menciptakan relasi yang kurang harmonis antara manusia dan alam. Dalam kondisi demikian, alam sering kali dipahami semata-mata sebagai instrumen pemenuhan kepentingan manusia, sementara dimensi spiritual dan etika ekologis semakin terabaikan.
Atas dasar kegelisahan tersebut, buku ini disusun sebagai upaya menghadirkan perspektif alternatif melalui pendekatan ekosufisme, yaitu suatu pandangan yang mengintegrasikan kesadaran ekologis dengan nilai-nilai spiritual sufistik. Buku ini berusaha mengkaji keterhubungan antara filsafat, ekologi, dan sufisme dalam membangun kesadaran kosmis yang holistik. Dalam hal ini, filsafat berfungsi sebagai landasan reflektif dan kritis terhadap krisis modernitas, sedangkan sufisme menawarkan dimensi spiritual yang memandang alam sebagai manifestasi tanda-tanda ketuhanan yang patut dihormati, dipelihara, dan dijaga secara bijaksana.


